Perayaan tahun baru sudah berlalu, beribu orang mendatangi pulau Dewata Bali. Sejak awal minggu kemarin suasana macet bisa dilihat di semua sudut jalan Besar khususnya jalan menuju area Kuta. Hem... berapa ribu orang muslim yang ikut di dalamnya ya?
Keramaian Tahun baru kemarin dimulai ba'da magrib. Anak2 mulai bermain petasan. Dar...DOr...
"Kaget atu ma"... teriak sei kecil dan meraihku.
Disini kumerenung...
Anakku kaget, bagaimana dengan muslim lain yang sedang sakit? atau seorang muslim yang sedang tertidur? Sedih sekali seorang muslim mengganggu orang muslim yang lain. Jadi ingat hadist berikut:
“Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 41)
Tambah lagi setelah kudengar berita kebakaran sebuah supermarket yang diduga karena ulah sebuah petasan. Hem ulah petasan lagi.
Sudah mengganggu saudara sendiri. Petasan itu tidak gratis dan pastinya mahal di Tahun Baru karena permintaan meningkat. Artinya berapa uang yang telah dihamburkan untuk hal ini? Pemborosan? Sayang banget ya, padahal masih banyak saudara kita yang butuh uluran tangan kita daripada untuk membeli petasan.
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).
Ya Allah maafkan kami ya.. tunjukkan jalan yang engkau ridhoi kepada seluruh saudara kami.
1.01.2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment