12.27.2008

Beli Terompet untuk Tahun Baru ??

Beberapa hari lagi kita akan jelang Tahun Baru.

Apa rencanamu?

Bikin party, beli terompet, jalan-jalan keliling kota cari keramaian, biar gaul kan?

Em... apa ya untungnya? kantong jadi kosong iya, capek iya? Terus kenapa banyak orang yang melakukannya?

Ni, cerita asal mulanya terompet menjadi salah satu simbol tahun baru..

Budaya meniup terompet adalah budaya masyarakat Yahudi saat menyambut tahun baru. Tahun baru mereka jatuh pada pada bulan ke tujuh pada sistem penanggalan yang dibuat merekan sendiri . Pada malam tahun baru itu, masyarakat Yahudi melakukan introspeksi diri dengan tradisi meniup shofa, sebuah alat musik sejenisi terompet. Bunyi shofar mirip sekali dengan bunyi terompet kertas yang dibunyikan orang Indonesia di malam Tahun Baru.

Sebenarnyam shofar sendiri digolongkan sebagai terompet. Terompet diperkirakan sudah ada sejak tahun 1.500 sebelum Masehi. Awalnya, alat musik jenis ini diperuntukkan untuk keperluan ritual agama dan juga digunakan dalam militer teruta saat akan berperang. Kemudian terompet dijadikan sebagai alat musik pada masa pertengahan Renaisance hingga saat ini.

(sc: http://perlawanan-hati.blogspot.com)

Nah, kalau kita tiup terompet berarti nyontek Yahudi. Sayang sekali jika kita kaum muslim tetep saja mau dibodohin bangsa Yahudi. So... cari sara lain ya buat rayain Tahun baru...

Soal hukum merayakan tahun baru? Sudah Tahu?

Tahun baru dalam sejarahnya merupakan suatu hari yang datang kembali dan terulang, yang diagung-agungkan oleh orang-orang kafir. Atau sebutan bagi tempat orang-orang kafir dalam menyelenggarakan perkumpulan keagamaan. Jadi, tahun baru merupakan hari besar mereka, perayaan besar saat jaman Jahiliyah dan Hari Raya kita sudah berganti di hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Beberapa Hadist shahih mengenai hukum merayakan hari besar non muslim;

Umar bin Al-Khaththtab Radhiyallahu ‘anhu berkata, "Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka"

Dia berkata lagi, "Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka"

Dan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, "Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festifal seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka"

Berdasarkan paparan yang telah dikemukakan di atas, maka tidak boleh hukumnya seorang Muslim yang beriman kepada Allah sebagai Rabb dan Islam sebagai agama serta Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, mengadakan perayaan-perayaan hari-hari besar yang tidak ada landasannya dalam Agama Islam, termasuk diantaranya pesta ‘Tahun Baru’. Juga, tidak boleh hadir pada acaranya, berpartisipasi dan membantu dalam pelaksanaannya dalam bentuk apapun karena hal itu termasuk dosa dan melampaui aturan-aturan Allah sedangkan Allah sendiri terlah berfirman, "Dan janganlah bertolong-tolongan di atas berbuat dosa dan melampaui batas, bertakwalah kepada Allah karena sesungguhnya Allah amat pedih siksaanNya" [Al-Maidah : 2]

(sc: http://rosyidi.com)

Hemm.. so apa alasan untuk merayakan tahun baru yang bukan hari besar kita? Ayo membanting setir dan kita menuju tahun baru hijriyah 1430 saja, dengan refleksi tentang diri, hidup dan perjuangan yang akan datang. Jadi tak perlu beli terompet lagi ya!!! Maaf para penjual terompet... jualannya diganti jual pisang goreng, kacang goreng atau jual buku sejarah tahun baru islam saja ya :)

Break a leg Muslim

No comments: