2.03.2008

Only for my daughter, TIKA

Matahari pagi itu ikut mengantarku ke Bandara Ngurah Rai, aku bertolak ke Surabaya dan berlanjut ke Mojokerto. Sesaat aku tak bisa menahan tangis melihat si kecil, mungilku Tika melambaikan tangan dan menangis sesungguhkan said, Dada dada Ummi...

Menemui sang tabib 'bang Z'di suatu desa kecil di Kabupaten Mojokerto, itulah tujuanku mudik sehari ini kali.

Pertemuanku ini kali terpaksa kulalui karena rasa nyeri di pundak sampai ujung tangan dan tulang punggungku bergerak memanas. Hem, rasa yang aneh dan kadang cukup mengganggu.Bagimana itu ya?..

Hem, kesalahan setimpal atas pola makanku yang tidak mematuhi peraturan. No colesterol foods dan Diet golongan darah B tidak kulakoni dengan benar. Setelah melalui sendiri berbagai tantangan makanan lezat dan favorit, ternyata amat sangat sulit. aku baru menyadari kenapa beberapa orang yang sakit sering sulit untuk tarak makan (menghindari makanan yang dilarang). Benar benar sulit menahan hawa nafsu.

Tiba di Bandara Juanda aku langsung tancap gas, lari mengejar waktu, mencari bis DAMRI jurusan Bungurasih. Hem, be better, bisnya tambah longgar dan disediakan tempat untuk barang. Tetap 10000 untuk sekali jalan.

Sampai di bungurasih aku mengejar bis jurusan madiun untuk bertolak ke Mojokerto. Sempat bingung memikirkan bagaimana kau bisa sampai di Kutorejo tempat Bang Z tinggal. Alhamdulillah HP-ku bergetar dan memberi kabar, mbakku yang juga akan mengantar suaminya ke Bang Z akan menjemputku. Alhamdulillah.

Akhirnya sampai juga di tempat bang Z, ternyata sepi tidak seperti di hari minggu.
Terapi pun bergantian dari kakak iparku lalu aku....hem lebih sebentar daripada kakak iparku. Namun syukurlah, posisi pinggangku lebih baik dari sebelumnya. Namun kini ada masalah pada empedu, dan sepertinya ada beberapa yang lain, yang tidak diucapkan padaku. beliau takut aku terlalu berpikir tentang kondisiku, karena ini akan menjadi lebih buruk jika aku mengetahuinya. Alam pikirku tidak bisa membohongi diriku sendiri.

Terapi kini tidak hanya buah kiwi, labu hallowen pun harus aku santap tiap hari beserta kulit dan lumutnya, hemmmm. Ya semoga aku bisa cepat pulih, dan yang utama ini untuk TIKA...

Perjalanan Denpasar-Mojokerto-Denpasar ini mengingatkanku saat mojokerto-yogya-mojokerto kulalui tiap dua hari sekali, dan semuanya itu hanya untuk Tika. Semua yang kulakukan hari ini dan selanjutnya adalah untuk TIKA yang terutama.

No comments: