2.12.2008

Refreshing ke Bedugul


Perjalanan ini bermula saat temen kampung suami datang ke pulau Bali dan ingin berjalan-jalan ke beberapa obyek wisata di Bali.

Pada mulanya aku ta bersencana ikut serta dalam rombongan, avanza tidak muat banyak dan pasti aku ibu-ibu sendiri,pikirku. Alhasil setelah rombongan tiba ternyata hannya satu bapak dan 2 bujang. Suamipun langsung mengajakku. Ya ok lah lumayan bisa refreshing liat gunung dan sawah :)

Sepanjang jalan aku amati terasiring sawah yang indah, kampung adat Bali yang masih menjaga tradisi, dan berbagai hal menarik lainnya. Terlintas dalam pikirku, aku tahu kenapa orang-orang mengetakan Bali surga dunia. Kesejukan dan tidak banyaknya gedung tinggi, budaya yang masih melikat. Semua itu menjadi hal yang mengagumkan bagi sebagian orang.

Cobalah Anda berpikir, kehidupan beberapa tahun yang lalu. Belum banyak gedung tinggi, sungai masih cukup bersih, pergaulan remaja tidak sebebas saat ini, Aurat wanita masih banyak yang tertutup. Hemmmmm. Amazing... Fantastic Right???

Semua hal yang masih original selalu dicari orang dan Bali salah satunya. Penambahan bangunan di Bali lebih banyak fokus pada pembangunan pariwisata sehingga apapun itu, pastinya akan banyak menambah kekaguman para pengunjung.

Kembali kita ke perjalanan di Bedugul. Sebelum menikmati Indahnya DAnau Bedugul kami mengunjungi kebun Raya "EKA KARYA" Bali, Hemmm indah sekali. Jalanan naik turun, taman indah dimana-mana, enak sekali jika berlibur dengan kelurga membawa peralatn piknik. Sayangnya kami tidak membawanya karena kami turis dadakan hehehe.

Sesampai di Bedugul kami mampir sholat di masjid " Besar Al Hidayah" yang berada di depan Danau Bedugul. Dari masjid kita sudah bisa menikmati keindahan Danau. Subhanallah indahnya, mata tercengang melihatnya.

Perjalanan pun berlanjut, menikmati sang danau dari pintu Pura danau Beratan. Pohon menjulang tinggi dan taman Pura sungguh indahanya.

Dan inilah potretnya....



Ayo, maen ke Bali...

2.03.2008

Only for my daughter, TIKA

Matahari pagi itu ikut mengantarku ke Bandara Ngurah Rai, aku bertolak ke Surabaya dan berlanjut ke Mojokerto. Sesaat aku tak bisa menahan tangis melihat si kecil, mungilku Tika melambaikan tangan dan menangis sesungguhkan said, Dada dada Ummi...

Menemui sang tabib 'bang Z'di suatu desa kecil di Kabupaten Mojokerto, itulah tujuanku mudik sehari ini kali.

Pertemuanku ini kali terpaksa kulalui karena rasa nyeri di pundak sampai ujung tangan dan tulang punggungku bergerak memanas. Hem, rasa yang aneh dan kadang cukup mengganggu.Bagimana itu ya?..

Hem, kesalahan setimpal atas pola makanku yang tidak mematuhi peraturan. No colesterol foods dan Diet golongan darah B tidak kulakoni dengan benar. Setelah melalui sendiri berbagai tantangan makanan lezat dan favorit, ternyata amat sangat sulit. aku baru menyadari kenapa beberapa orang yang sakit sering sulit untuk tarak makan (menghindari makanan yang dilarang). Benar benar sulit menahan hawa nafsu.

Tiba di Bandara Juanda aku langsung tancap gas, lari mengejar waktu, mencari bis DAMRI jurusan Bungurasih. Hem, be better, bisnya tambah longgar dan disediakan tempat untuk barang. Tetap 10000 untuk sekali jalan.

Sampai di bungurasih aku mengejar bis jurusan madiun untuk bertolak ke Mojokerto. Sempat bingung memikirkan bagaimana kau bisa sampai di Kutorejo tempat Bang Z tinggal. Alhamdulillah HP-ku bergetar dan memberi kabar, mbakku yang juga akan mengantar suaminya ke Bang Z akan menjemputku. Alhamdulillah.

Akhirnya sampai juga di tempat bang Z, ternyata sepi tidak seperti di hari minggu.
Terapi pun bergantian dari kakak iparku lalu aku....hem lebih sebentar daripada kakak iparku. Namun syukurlah, posisi pinggangku lebih baik dari sebelumnya. Namun kini ada masalah pada empedu, dan sepertinya ada beberapa yang lain, yang tidak diucapkan padaku. beliau takut aku terlalu berpikir tentang kondisiku, karena ini akan menjadi lebih buruk jika aku mengetahuinya. Alam pikirku tidak bisa membohongi diriku sendiri.

Terapi kini tidak hanya buah kiwi, labu hallowen pun harus aku santap tiap hari beserta kulit dan lumutnya, hemmmm. Ya semoga aku bisa cepat pulih, dan yang utama ini untuk TIKA...

Perjalanan Denpasar-Mojokerto-Denpasar ini mengingatkanku saat mojokerto-yogya-mojokerto kulalui tiap dua hari sekali, dan semuanya itu hanya untuk Tika. Semua yang kulakukan hari ini dan selanjutnya adalah untuk TIKA yang terutama.